Bupati Manggarai Barat: PLTP bisa berdampingan dengan alam

Geo Dipa Energi > Berita > Bupati Manggarai Barat: PLTP bisa berdampingan dengan alam
PT Geo Dipa Energi (Persero) - Kunjungan Bupati Ke Patuha
Kunjungan Bupati Manggarai Barat ke PLTP Patuha, Kamis (09/30)

Hal tersebut diungkapkan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Patuha, Kamis (09/30). Edi, begitu panggilan akrabnya, melihat PLTP bisa tumbuh sejalan dengan pelestarian lingkungan yang terjadi disekitarnya. Hutan, flora dan fauna tetap bisa terjaga.

PLTP Patuha memang berbatasan langsung dengan area hutan. Burung Madu Gunung, Cekakak Jawa, Elang Jawa, Lutung, Macan Tutul, dan Surili adalah beberapa fauna yang masih terlihat di area sekitar PLTP. Beberapa Flora menarik yang terlihat di area PLTP adalah Ki Aksara dan Kileho Bulu juga masih terjaga. Kelestarian hutan dan area resapan air lainnya, justru menjadi penentu kelangsungan PLTP. Sebuah siklus yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Pipa-pipa panas bumi, tidak jarang dijadikan tempat  menghangatkan diri bagi binatang disekitar area PLTP. Peletakannya juga disesuaikan dengan jalur lintas binatang-binatang tersebut, sehingga sedapat mungkin memperkecil kemungkinan gangguan terhadap pola hidup fauna yang ada di Patuha.

Dalam kunjungan tersebut Edi juga diajak langsung melihat sumur panas bumi (Well Pad). Menurut Vice President Operation PT Geo Dipa Energi (Persero), Idham Purnama, dibandingkan pembangkit energi terbarukan lain, panas bumi membutuh lahan paling sedikit. Selain itu, area disekitar sumur juga bisa tetap ditanami dengan tumbuhan, sehingga bisa terjaga, “Memang saat drilling dan pekerjaan civil yang dilakukan di area sumur dilakukan pembukaan lahan. Ini dilakukan untuk keperluan penempatan alat dan tempat tinggal sementara para pekerja, namun setelah itu, area ini bisa kembali dihijaukan.”

Mengamini pernyataan Idham, Edi melihat ini seperti pengeboran sumur air yang dilakukan oleh masyarakat. Setelah dilakukan pengeboran, dipasang pompa, lalu karena tekanan, air akan mengalir ke atas dengan sendirinya, “Seperti ngebor dibelakang rumah, setelah itu keluar sendiri dan dialirkan kemana-mana. Namun tentu dalam sekala yang lebih besar.”. Menurut Edi pola pengembangan di PLTP Patuha bisa dijadikan benchmark untuk pengembangan panas bumi di wilayahnya.