Dirjen Kekayaan Negara ke Kantor Pusat GeoDipa

Geo Dipa Energi > Berita > Dirjen Kekayaan Negara ke Kantor Pusat GeoDipa

Jakarta – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata melakukan kunjungan di Kantor Pusat PT Geo Dipa Energi (Persero), Recapital Building, Kebayoran Baru pada (7/11) dalam rangka silahturahim dengan leaders GeoDipa, para manager kunci sebagai ujung tombak GeoDipa bersama Direksi dan Komisaris.  Rombongan Dirjen Kekayaan Negara diterima oleh Direktur Utama, Riki Ibrahim beserta jajaran direksi dan komisaris, bersama leader GeoDipa (para manager baik dari kantor pusat, manager dan GM unit).  Riki menyampaikan bahwa ada tiga topik pokok yang disampaikan sebagai dialog acara kunjungan silahturahim, yaitu mengenai keadaan operasional, kemudian pokok permasalahan dan tantangan yang dihadapi serta strategi pengembangan korporasi.

Hal serupa juga disampaikan Achmad Sanusi selaku komisaris Utama, “Kami ingin melaporkan overview GeoDipa kepada Bapak Dirjen, mengingat acara ini adalah pertama kalinya, Dirjen Kekayaan Negara dapat datang untuk melakukan kunjungan kerja ke kantor GeoDipa.  Ini tentu merupakan bentuk perhatian dan dukungan kepada GeoDipa, khususnya insan GeoDipa.  Semoga kunjungan ini dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya dan dapat memberikan hasil kerja yang signifikan dari perusahaan.  Isa Rachmatarwata menyampaikan bahwa maksud dan kunjungan ke GeoDipa adalah untuk mengenal lebih dekat mengenai BUMN satu – satunya di Indonesia yang mengerjakan Pengembangan Energi Terbarukan , Panas Bumi.  Dalam pengembangan kedepan, ada beberapa poin yang beliau utarakan terkait financing dan upaya yang harus GeoDipa lakukan dalam rencana pengambangan usaha.  Beliau memahami sekali bahwa saat ini GeoDipa sebaiknya memiliki Financing Consultant atau divisi khusus yang dapat menjelaskan model pengembangan energi panas bumi, mengingat energi ini adalah Energi Terbarukan, yang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih baik untuk perbankan pada umumnya, maupun juga regulator, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat.

Selain itu GeoDipa harus lebih menggenjot ekstra konsentrasinya untuk melakukan sosialisasi dari manfaat energi terbarukan, panas bumi kepada seluruh pemangku kepentingan, agar seluruh pemangku kepentingan dapat lebih cepat dan tanggap memahami pentingnya energi panas bumi untuk listrik nasional, dalam menghadapi tantangan pengelolaan Ketahanan Energi Nasional.  Energi terbarukan seperti energi panas bumi Indonesia, harus dapat lebih dekat dengan institusi perbankan maupun financing dalam negeri karena tidak boleh tergantung saja dengan financing atau pendanaan dari luar untuk pengembangan jangka panjangnya.  GeoDipa dapat melakukan langkah terobosan, yaitu proactive dengan menjalin sinergi BUMN atau sebagai salah satunya adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) “PT SMI” yang sama-sama di bawah pembinaan dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.  Tujuan sinergi ini adalah untuk mencari equity financing GeoDipa, yang mana SMI sudah dapat di kategorikan seperti multilateral bank dalam financing nasional di sektor Energi Terbarukan, panas bumi.  Sinergi ini perlu segera lebih di efektifkan lagi bentuk dan pelaksanaannya mengingat besarnya potensi panas bumi di Indonesia dan tidak mungkin pemerintah dapat memberikan modal kerja terus untuk mengelola dalam bentuk Penambahan Modal Negara, jelas Isa. (Agd)

IMG_7761