Memaknai Musibah Lewat Tausiyah

Geo Dipa Energi > Event > Memaknai Musibah Lewat Tausiyah

WhatsApp Image 2020-04-21 at 10.34.46 AM

Corona menjadi pandemik yang memberikan dampak kepada banyak pihak. Namun mengambil sikap terhadap musibah seperti wabah corona memang perlu bijak. Apalagi bagi umat muslim yang menggantungkan hidupnya kepada Allah. Hal itu yang tergambar dalam tausiyah online yang digelar bagi Insan GeoDipa, Jumat (17/4) lalu. Tausiyah dilakukan bersama narasumber KH. Haris Hakam bertajuk “Bagaimana meningkatkan keimanan dan ketakwaan dimasa Pandemi”.

Menurut Haris, mengadakan tausiyah online merupakan salah satu cara yang positif dalam melalui cobaan ini. Menggelar kajian-kajian online merupakan bentuk usaha seorang muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan memanfaatkan teknologi.

Ini penting, karena corona juga termasuk makhluk Allah. Makhluk yang keberadaannya diatur oleh Allah, “Orang Islam tidak pernah takut kecuali kepada Allah, maksudnya segala sesuatu itu akan disandarkan kepada Allah, termasuk dalam menghadapi Corona” ungkap Haris

Akan tetapi Haris menegaskan, keimanan kepada Allah itu bukan berarti umat muslim gegabah dalam mengambil tindakan. Anjuran pemerintah untuk social distancing juga perlu diperhatikan. Hal yang sama juga pernah terjadi di zaman nabi. Nabi melarang umat muslim untuk membatasi diri. Tidak datang ke area yang terkena wabah, atau bagi yang terdampak tidak keluar dari daerahnya. Ibadah-ibadah juga bisa dilakukan didalam rumah.

Yang tidak kalah penting menurut Haris, umat muslim perlu memahami wabah corona sebagai salah satu qadar yang sudah ditetapkan oleh Allah. “Ketika seseorang secara teologi keislaman bisa memahami ini, maka akan menampik rasa kecewa kepada Allah.”

Hal ini karena artinya umat muslim paham bahwa cobaan itu seperti ujian sekolah. Semakin sulit tingkatan ujiannya maka semakin tinggi kelas yang bersangkutan. Kesabaran dalam menghadapi cobaan akan membawa manusia ke tingkat yang lebih tinggi.

Tausiyah ini dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi zoom. Sekitar 73 orang bergabung dalam tausiyah, dan juga mendiskusikan berbagai pengalaman selama menjalani masa bekerja di rumah karena Pandemi.