Partisipasi Dalam IIGCE, GeoDipa Harap Peningkatan Literasi dan Edukasi Tentang Energi Bersih

Geo Dipa Energi > Berita > Partisipasi Dalam IIGCE, GeoDipa Harap Peningkatan Literasi dan Edukasi Tentang Energi Bersih

IMG_5764

JAKARTA – PT Geo Dipa Energi (Persero) mengikuti gelaran The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Panasbumi Indoensia (API) / Indonesia Geothermal Association (INAGA) yang turut didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta Convention Center, 14-16 September 2022. Melalui kegiatan tersebut, PT Geo Dipa Energi (Persero) berharap mampu meningkatkan literasi dan memberikan edukasi terhadap pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (EBT).

Dalam kegiatan bertema “Geothermal: The Sustainable Energy for Green Recovery, Energy Transisition, and Security”, Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi GeoDipa, Yudistian Yunis, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang bagi GeoDipa untuk sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan untuk dapat memperkenalkan lebih jauh terkait upaya yang dilakukan untuk menghadirkan energi bersih di Indonesia.

Yudis juga menjelaskan bahwa GeoDipa mengemban tugas untuk melakukan pengembangan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) di Dieng dan Patuha dengan masing-masing berkapasitas 55 Megawat (MW). Selain itu, saat ini juga GeoDipa mendapatkan mandate untuk melakukan eksplorasi di wilayah timur Indonesia melalui government drilling di wilayah Wae Sano, Jailolo, Nage, dan Bituang.

Sementara itu, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum GeoDipa, Hanif Osman, menjelaskan bahwa ajang tersebut merupakan kesempatan bagi GeoDipa untuk memberikan edukasi lebih baik kepada masyarakat secara luas. “Ini merupakan salah satu sarana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa panas bumi merupakan salah satu sumber energi ramah lingkungan,” katanya.

Pemanfaatan panas bumi juga dikatakannya meruakan salah satu bukti nyata GeoDipa dalam mengurangi dampak buruk terhadap perubahan iklim. “Dengan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan, khususya panas bumi, itu membuktikan komitmen GeoDipa untuk mendukung target pemerintah dalam kebijakan Net Zero Emission,” ungkapnya.