Percepat Pemanfaatan Panas Bumi, GeoDipa: Ini Investasi Berkelanjutan Yang Strategis

Geo Dipa Energi > Berita > Percepat Pemanfaatan Panas Bumi, GeoDipa: Ini Investasi Berkelanjutan Yang Strategis

WhatsApp Image 2022-10-07 at 4.24.56 PM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA – PT Geo Dipa Energi (Persero) menggelar kegiatan “Ngobrol Panas Bumi” dengan tema “Peran BUMN Dalam Pemanfaatan dan Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia” bersama rekan-rekan media di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Jumat (07/10). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempercepat penyampaian informasi terkait pemanfaatan panas bumi.

Seperti diketahui, Pemerintah telah berkomitmen dalam mempercepat pemanfaatan sumber energi baru terbarukan, dengan mematok target bauran energi dari Energi Baru Terbarukan sebesar 23 % pada 2025. Ini menegaskan komitmen Indonesia dalam pemenuhan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Direktur Utama GeoDipa, Muhammad Ikbal Nur, menjelaskan bahwa Indonesia dikarunai Tuhan dengan berbagai sumber energi, termasuk eneri terbarukan yang digadang-gadang akan menggantikan energi fosil, khususnya energy bersumber dari panas bumi dan energy bersumber dari hydro. Namun demikian, potensi-potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan menjadi sangat penting dalam menjamin ketahanan dan keamanan energi nasional, mengingat potensi panas bumi Indonesia menjadi yang terbesar kedua didunia.

Saat ini GeoDipa telah mengusahakan PLTP di 2 tempat, yaitu Dieng – Jawa Tengah dan Patuha – Jawa Barat dengan masing-masing berkapasitas 55 MW. GeoDipa juga saat ini tengah melakukan pengembangan dengan pengembangan 2 PLTP di Dieng dan Patuha tersebut, yaitu PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2 dengan masing-masing berkapasitas 55 MW.

“Proyek ini juga menjadi sebuah investasi berkelanjutan yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan produksi energi bersih akan meningkat dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, terutama batubara pada sistem ketenagalistrikan di Jawa-Bali,” ujarnya.

Selain melakukan pengembangan di Dieng dan Patuha, GeoDipa juga juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan pemanfaatan panas bumi di Indonesia melalui program government drilling. Melalui program ini, diharapkan mampu mengurangi resiko pengusahaan di sektor hulu panas bumi dimana selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengembang/badan usaha dalam melakukan pembangunan PLTP.

Untuk mensukseskan percepatan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan khususnya panas bumi, tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah rekan-rekan media. “Oleh karena itu, kami berharap rekan-rekan media bisa mendukung hal tersebut. Karena rekan-rekan media memiliki peran yang sangat krusial dalam memberikan informasi dan pemahaman yang baik untuk meningkatkan literasi dan edukasi kepada masyarakat secara luas,” katanya.