Sinergi untuk Energi Mandiri

Geo Dipa Energi > Berita > Sinergi untuk Energi Mandiri
Nusa Dua, Bali, Kementerian Keuangan serta BUMN/lembaga di bawah Kementerian keuangan menyelenggarakan Media Gathering bertemakan “Creative and Innovative Financing Showcasing Indonesia Model” tepat pada hari pertama Annual Meetings 2018 IMF-WBG, (8/10). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati , Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri kominfo Rudiantara serta direksi BUMN di bawah Kementerian Keuangan hadir dalam acara ini.
Menteri Keuangan menyampaikan bahwa indonesia menciptakan perubahan besar dalam skema pembiayaan unruk membangun infrastruktur demi tercapainya target pembangunan.
Riki Ibrahim, Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) mendukung  pemenuhan target  negara, namun sebagai BUMN Panasbumi satu – satunya, GeoDipa tidak hanya fokus pada pembangunan proyek, namun juga terhadap lingkungan. GeoDipa memiliki target untuk mengurangi emisi karbon CO2 minimal sebesar 1 – 2 juta ton di tahun 2023 dan 6 Juta Ton  di tahun 2035.
Komitmen ini tercermin di rencana jangka pendek dan panjang pengembangan usaha PT Geo Dipa Energi (Persero), sesuai dengan Komitmen Indonesia untuk perubahan iklim tertuang dalam UU No.16 tahun 2016 tentang Pengesahaan Paris Agreement to the united nations.
Untuk memenuhi komitmen dalam penurunan emisi karbon secara masif, pada saat ini, GeoDipa yang mengemban amanat Undang-Undang Panas Bumi No.21/2014 Pasal 28, yaitu mendapat penugasan dari pemerintah untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, dan/atau pemanfaatan energi terbarukan panas bumi.
Sebagai BUMN, GeoDipa berkomitmen untuk meningkatkan kuantitas dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan listrik ramah lingkungan. Selain itu, membuka dan memperluas lapangan pekerjaan di daerah dimana proyek dilaksanakan dan membantu Pemerintah sebagai price setter dalam pemenuhan listrik ramah lingkungan panas bumi.
Saat ini GeoDipa memiliki proyek pengembangan PLTP Small Scale 10 MW, Binary 10 MW, Pengembangan Area Candradimuka 60 MW, 5×55 MW unit Extension Dieng dan Patuha, Pengembangan lapangan Arjuno Welirang yang memiliki potensi 180 MW serta lapangan Candi Umbul Telomoyo dengan potensi 90 MW.